Ribuan Warga Berebut Apem Keong

Nanik Hastuti – Boyolali, Tradisi sebar apem keong emas berlangsung di depan Masjid Cipto Mulyo, Pengging, Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jumat sore. Dua jam usai sholat Jumat, dua gunungan apem diarak dari kantor Kecamatan Banyudono, menuju Pengging. Arak arakan diawali oleh prajurit Kraton Surakarta, serta abdi dalem kraton. Di belakangnya, dua gunungan apem menjadi tontonan warga di sepanjang jalan. Arak arakan menuju Masjid Cipto Mulyo, yang berada satu kompleks dengan makam Ki Ageng Yosodipuro. Setelah didoakan tokoh agama, Wakil Bupati Boyolali, Agus Purmanto, naik ke panggung apem. Secara simbolis dia menerima apem dari panitia, dan melemparkannya ke arah ribuan warga, yang telah menunggu sejak pagi. Tak memakan waktu lama, sepuluh ribu apem keong emas habis disebar ke warga. Agar mendapatkan apem yang banyak, berbagai cara dilakukan warga, mulai membentangkan kain, payung, hingga topi. Kanjeng Raden Tumenggung Jatmiko, trah dari Keraton Surakarta menjelaskan, tradisi ini untuk mengenang almarhum Ki Ageng Yosodipuro, yang suka berbagi kue apem. Tradisi ini sebagai simbol mempererat silaturahmi, dan memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan cara berbagi. Tradisi di bulan Sapar ini ternyata menarik perhatian juga dari warga dari luar Kabupaten Boyolali. Banyak diantara pengunjung yang berasal dari Kota Solo dan Sukoharjo. Apem keong emas di Pengging ini sangat khas. Apem kukus ini dibungkus dengan janur kuning. Model ini merupakan simbol kesejahteraan warga di daerah Pengging. Kue apem yang telah di bungkus janur kuning itu kemudian ditata rapi dalam bentuk gunungan, mirip tumpeng raksasa. Upacara ini meneruskan tradisi Paku Buwono X, yang digelar pada setiap tanggal 21 bulan Sapar.

 

© Copyright 2011 Kompas TV- PT TELEVISI SEMARANG INDONESIA Gedung SCJ Lt. 5-6, Jl. H. Agus Salim, Semarang, Jawa Tengah Telp: (024) 3558999/3515333