Kawasan Pecinan Semarang, Menjelang Imlek

Ketrin Mariana – Semarang, Memasuki Kawasan Pecinan Semarang, kita sangat mudah menjumpai puluhan kelenteng yang dibangun ratusan tahun yang lalu. Kita juga dapat menikmati suasana kehidupan masyarakat Tionghoa yang masih menjunjung tinggi tradisi leluhur. Kemeriahan Perayaan Imlek di tahun naga air mulai terlihat, dari pemasangan pernik lampion, bunga mehua dan simbol naga air, di rumah warga Tionghoa, serta kelenteng kelenteng. Dan yang paling sakral adalah, warga etnis Tionghoa semakin sering mengunjungi kelenteng untuk berdoa. Keberadaan Kawasan Pecinan Semarang, ternyata juga mampu menopang perekonomian warga sekitar. Terlihat dari banyaknya pedagang pribumi, yang berjualan di pasar tradisional Gang Baru. Di pasar ini terjadi akulturasi yang harmonis, antara warga pribumi dengan etnis Tionghoa. Pecinan juga menjadi salah satu pusat perdagangan terbesar di Kota Semarang. Kawasan ini juga dikenal sebagai pusat kuliner, mulai dari lumpia, hingga makanan khas China, dapat dengan mudah dinikmati di beberapa rumah makan. Keindahan dan keunikan inilah yang menjadikan Kawasan Pecinan, menjadi salah satu tujuan pariwisata unggulan di Kota Semarang. Di perayaan tahun baru Imlek, warga etnis Tionghoa yang bermukim di Kawasan Pecinan berharap rejeki, dan keberuntungan selalu menyertai kehidupan, utamanya di tahun naga air. Keunikan tersebut tidak lepas dari perjalanan panjang sejarah perkembangan Pecinan Semarang, mulai dari zaman singgahnya Laksamana Cheng Ho, hingga penghentian seluruh aktifitas budaya china pada masa Orde Baru. Sejarah panjang tersebut ternyata telah menempa warga Tionghoa di Semarang, untuk tetap teguh memegang tradisi nenek moyang.

 

© Copyright 2011 Kompas TV- PT TELEVISI SEMARANG INDONESIA Gedung SCJ Lt. 5-6, Jl. H. Agus Salim, Semarang, Jawa Tengah Telp: (024) 3558999/3515333